Tips Mencegah Sariawan Pada Anak-Anak (Balita)

Sponsored Links

Tips Mencegah Sariawan Pada Anak-anak (Balita)

Anak Anda sering rewel dan kita tidak tahu apa penyebabnya? Coba pastikan kembali, anak Anda mengalami sariawan atau tidak. Karena sariawan akan memberikan kondisi mood anak menjadi jelek. Jangan kira hanya orang dewasa yang merasa tidak nyaman ketika mengalami sariawan, bahkan anak kecil akan lebih rewel karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ketika anak mengalami sariawan, pasti Anda juga dibingungkan olehnya. Nah, pertama coba Anda kenali dulu bagaimana sariawan menyerang anak Anda. Biasanya sariawan diiringi dengan naiknya suhu tubuh anak, hingga mencapai 40°C. Selain itu, anak lebih banyak mengeluarkan air liur. Anak sulit untuk makan, bahkan juga tidak ingin minum susu. Nah, gejala yang pasti, coba periksa sekitar mulut anak, ada bercak putih kekuningan apa tidak. Jika terdapat bercak putih pada mulut, berarti anak memang benar-benar sedang sariawan.

Sariawan pada anak biasanya menyerang bagian bibir, lidah, tenggorokan dan pipi bagian dalam. Sariawan akan berlangsung selama 4-10 hari. Anak mengalami sariawan pada umumnya disebabkan oleh adanya jamur dalam mulut atau karena bagian dari mulut ada yang tergigit, sehingga luka dan menjadi sariawan.

Sariawan memang bukan penyakit yang serius, namun sariawan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan pada akhirnya akan berakibat serius apabila membuat anak Anda jarang makan dalam jangka waktu yang lama.

Nah, agar Anda tidak gelisah, karena anak menjadi rewel dan susah makan karena sariawan, maka simak artikel selengkapnya berikut ini. Tips mencegah sariawan pada anak. Yuk, mari kita simak!!

Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Memberi Makanan Pada Anak

Ketika Anda akan memberi suatu makanan untuk anak Anda, sebaiknya Anda mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir agar bakteri-bakteri dapat hilang. Tangan merupakan media utama dalam memasukkan bakteri ke dalam mulut. Jika Anda memiliki tangan yang kotor kemudian memberi makanan pada anak Anda, maka anak bukan hanya menerima makanan tapi juga bakteri.

Nah, mana yang lebih Anda pilih. Mempertahankan malas untuk mencuci tangan atau memberi sumbangsih bakteri untuk anak Anda?

Sering Mensterilkan Botol Susu Dengan Cara di Rebus

Terkadang kita sendiri juga masih repot untuk segera mencuci botol susu anak. Nah, ketika botol susu tidak segera dicuci, maka bakteri-bakteri parasit akan mudah tumbuh di dalam botol karena masih terdapat sisa susu pada dinding botol. Ketika Anda mencuci botol susu hanya dengan air dingin, bakteri membandel akan tetap bertahan dalam botol.

Saat Anda kembali membuatkan susu si kecil, maka bakteri-bakteri tersebut akan ikut masuk dalam mulut anak. Nah, kalau seperti ini ceritanya, yang menyerang tubuh bukan hanya jamur penyebab sariawan saja, namun berbagai bakteri penyerang organ pencernaan juga ikut masuk.

Untuk mengantisipasi bakteri masuk dalam tubuh, maka sebaiknya Anda rutin mensterilkan botol susu anak. Yaitu dengan cara merebus botol, agar bakteri-bakteri terbunuh. Dengan demikian, anak Anda lebih aman ketika minum susu.

Bersihkan botol
Bersihkan botol

Berikan Dot Dengan Bahan yang Lunak dan Lentur        

Kita mungkin tidak menyadari, bahwa kualitas dot juga berpengaruh terhadap kesehatan mulut anak. Nah, coba cek dot anak Anda, dot bertekstur keras atau lunak. Perlu Anda ketahui bahwa dot yang keras akan mendukung terjadinya luka pada mulut anak, dan pada akhirnya menjadi sariawan.

Dot yang baik adalah dot yang lentur dan lunak. Biasanya dot seperti itu berbahan dari silikon. Kualitas dot, akan menurun seiring berjalannya waktu. Ketika Anda membeli dot pertama kali mungkin dot masih dalam kondisi yang lentur dan lunak. Namun, setelah dot digunakan terus-menerus akan berubah tekstur menjadi keras dan tidak nyaman lagi jika digunakan.

Mungkin awalnya Anda memang harus berkorban lebih banyak untuk membeli dot dengan tekstur yang lentur dan lunak. Akan tetapi anak akan nyaman dengan dot-nya, selain itu dot tidak beresiko untuk membuat luka pada mulut anak. Dengan demikian Anda tidak lagi dibingungkan oleh anak rewel karena sariawan.

Dot berbahan silikon
Dot berbahan silikon

Biasakan Mengkonsumsi Sayur dan Buah-buahan

Masih banyak anak-anak yang mau untuk makan sayuran, kalau buah-buahan masih ada yang mau, tapi tidak pada semua jenis buah. Nah, apakah anak Anda juga tergolong anak yang sulit untuk makan sayuran dan buah-buahan?

Nah, mulai sekarang lebih telatenkan agar anak mau makan buah dan sayur. Karena suplai vitamin C paling banyak terdapat dalam buah dan sayur. Ketika kecukupan vitamin C terpenuhi, maka anak Anda tidak akan menderita sariawan.

Jika anak Anda sudah rutin dan suka mengkonsumsi buah dan sayur, namun masih terjadi sariawan, berarti penyebab sariawan bukan karena kekurangan vitamin C. Nah, coba Anda tinjau lagi, dari beberapa penyebab sariawan, apakah ada yang belum Anda lakukan.

Selain itu, konsumsi buah dan sayur bukan hanya untuk mencegah dan mengobati sariawan, tapi juga untuk kecukupan zat gizi yang lain seperti kesehatan pencernaan. Nah, sangat banyak kan manfaat dari buah dan sayur. Yuk, para ibu untuk menjadi lebih bijak lagi dalam memberi makanan untuk anak.

BErilah sayur dan buah-buahan
BErilah sayur dan buah-buahan

Beri Suplemen Vitamin C dalam Takaran yang Pas

Anda yang memiliki masalah dalam memberikan buah dan sayur pada anak. Alternatif lain untuk memberikan kecukupan vitamin C untuk anak, yaitu dengan memberi suplemen vitamin C. Berikan vitamin C pada anak, agar kebutuhan vitamin C terpenuhi, sehingga anak tidak mengalami sariawan karena kekurangan vitamin C. Selain itu, vitamin C juga berfungsi untuk kekebalan tubuh. Nah, jika anak sudah memiliki kekebalan tubuh, maka penyakit tidak mudah menyerang, termasuk sariawan.

Namun, penggunaan vitamin C dalam bentuk suplemen tidak dianjurkan diberikan setiap hari. Karena vitamin C bersifat korosif, jika Anda memberikannya dalam jumlah yang berlebih, dapat membuat anak Anda mengalami gangguan lambung. Ketika vitmin C masuk dala lambung dalam jumlah berlebih dan terus menerus, maka dapat membuat lambung dalam kondisi asam, dan pada akhirnya akan berakibat lambung terluka.

Beri Minum Air Putih Setiap Selesai Makan

Sudah biasakah Anda memberi minum air putih ketika anak selesai makan? Nah, ini kelihatannya sepele dan sudah biasa. Namun, manfaatnya luar biasa. Anda harus tahu, bahwa penyebab sariawan salah satunya yaitu karena jamur. Nah, jamur akan mudah tumbuh dan berkembang ketika mulut dalam kondisi kotor dan asam.

Saat anak selesai makan, pasti masih ada sisa-sisa makanan yang menempel di sekitar mulut. Nah, tips terakhir untuk mencegah sariawan pada anak yaitu ketika anak selesai makan berilah minum air putih. Secara keseluruhan makanan-makanan yang menempel akan lepas dan hilang bersama air tersebut.

Kalau anak sudah berumur 3 tahun ke atas, mungkin Anda sudah dapat memberikan contoh pada mereka, agar dapat menggosok gigi seusai makan. Karena anak Anda masih terlalu kecil dan belum mampu untuk menggosok gigi sendiri, maka cukup dengan minum air putih atau berkumur, agar sisa makanan yang mnempel dapat hilang.

Nah, Anda sudah paham kan, apa saja yang menjadi penyebab sariawan pada anak. Jika disimpulkan, semua penyebab sariawan anak adalah peran dari orang tua terutama ibu. Anda sebagai ibu yang bijak, lebih baik mencegah sebelum terjadi. Semoga bermanfaat.