Tips Membangun Percaya Diri Pada Anak

Sponsored Links

Tips Membangun Percaya Diri Pada Anak

Apakah Anda sedang memiliki anak yang masih kecil? Atau mungkin Anda sedang reah, mengapa si kecil sangat pemalu. Orang tua pada umumnya menginginkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara sempurna. Karena anak merupakan harapan orang tu di masa mendatang.

Namun, apakah Anda sudah memberikan cara yang terbaik untuk si kecil agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara sempurna? Inilah yang mungkin perlu diperhatikan oleh orang tua, agar Anda tidak semata-mata mengharapkan anak dapat belajar sendiri. Anak sangat membutuhkan bimbingan dan kasih sayang dari orang tua untuk membantu perkembangan psikologis mereka.

Kepercayaan diri merupakan suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh anak. Tugas dan kewajiban orang tua yaitu mengajarkan serta menanamkan rasa percaya diri pada anak sejak dini. Rasa percaya diri yang dimiliki anak sejak dini memiliki peran penting dalam keberhasilannya di masa mendatang. Anak yang memiliki kepercayaan diri dapat bergaul dengan lebih cepat, dapat menguasai suatu keahlian tertentu dengan lebih cepat, lebih siap dalam menghadapi permasalahan, menjadi pribadi yang eksploratif dan memiliki kreatifitas tinggi.

Maka dari itu, orang tua harus mengetahui dan memahami anak dalam mengembangkan rasa percaya dirinya. Berikut ini adalah beberapa tips membangun rasa percaya diri pada anak, agar anak menjadi pribadi yang super. Simak selengkapnya!!

Pola Pengasuhan

Secara langsung, pengasuhan pada anak dapat berpengaruh langsung terhadap karakteristik yang terbentuk. Anda mungkin sebagai orang tua kurang memahami atau bahkan tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang Anda perlihatkan dan Anda perlakukan pada anak dapat membangun karakteristik anak. .

Nah, pola pengasuhan yang otoritatif dapat membantu anak untuk menjadi lebih percaya diri. Pengasuhan yang otoritatif yaitu memberikan motivasi kebebasan anak untuk dapat berkembang dengan cara mereka sendiri, namun tetap memberikan batasan yang jelas terutama pada hal-hal yang mengarah ke arah negatif. Orang tua yang sedikit-sedikit melarang pada anak, atau bahkan cuek pada anak dapat menghambat anak melakukan sesuatu yang baru. Yang mana sesuatu yang baru merupakan kesempatan anak untuk dapat membangun rasa percaya dirinya.

Mengapa sih orang tua tidak boleh cuek? Bukankah itu akan memberikan kebebasan penuh pada anak? Persepsi Anda tentang memberikan kebebasan pada anak terlalu luas. Memberikan kebebasan pada anak bukan berarti 100% Anda percayakan pada anak, namun Anda juga msih memperhatikan apa yang dilakukan oleh anak. Ketika Anda benar-benar cuek pada anak, maka dapat membahayakan pada fisik dan jiwa anak. Ketika Anda tidak mengetahui, anak Anda sedang menyentuh benda-benda berbahaya, hal ini dapat membuat anak menjadi trauma dan jera untuk kembali menyentuh benda tersebut. Nah, ketika itu terjadi berarti rasa percaya diri pada anak dalam mencoba hal-hal baru akan menurun. Anak menjadi tidak percaya diri lagi untuk dapat melakukan sesuatu yang baru, karena mereka memiliki rasa takut akan mendapatkan bahaya lagi.

Pengasuhan Yang Membangun Rasa Percaya Diri
Pengasuhan Yang Membangun Rasa Percaya Diri

Model Komunikasi

Komunikasi yang dibangun dengan anak akan membuat anak belajar bagaimana berpendapat dan berani mengungkapkan sesuatu. Dengan komunikasi yang asertif atau komunikasi yang mengutamakan kesopanan, saling menghormati dan mengandung kekuatan dapat mengajarkan anak untuk dapat menjadi lebih percaya diri. Sedangkan model komunikasi orang tua yang agresif (menyerang) dan pasif (kurang hangat) tidak dapat membantu anak dalam membangun rasa percaya diri.

Selain itu, komunikasi yang terlalu korektif atau selalu mengkritik dan menjatuhkan anak dapat membuat anak menjadi rendah diri atau tidak pantas untuk menjadi pribadi yang mampu dalam menghadapi sesuatu. Lama kelamaan anak menjadi minder dalam segala keadaan.

Adapun komunikasi yang kurang hangat berarti orang tua kurang memberikan motivasi anak agar berprestasi dan bereksplorasi lebih jauh. Pada dasarnya anak juga membutuhkan dukungan dari orang tua, semisal ketika mereka mendapatkan suatu prestasi mereka ingin dihargai dan mendapatkan pujian dari orang tua.

Anda jangan berpikir terlalu jauh tentang prestasi yang diraih anak. Anak dapat mengambilakan sesuatu yang Anda maksud atau dapat mengembalikan mainannya pada tempatnya itu sudah merupakan prestasi. Hal-hal kecil itulah yang dimaksud dengan pencapaian anak, jadi dengan hal-hal itu Anda setidaknya dapat memberikan pujian, jangan hanya diam dan cuek-cuek saja. Jika Anda bersikap dingin, berarti Anda kurang dalam memberikan motivsi pada anak.

Model Komunikasi Dengan Anak
Model Komunikasi Dengan Anak

Nah, coba Anda evaluasi lagi, gimana perlakuan Anda terhadap si kecil, termasuk pada komunikasi asertif, korektif, agresif atau Anda termasuk orang tua yang kurang hangat dengan anak?

Kualitas Kedekatan Antara Anak Dan Orang Tua

Ketika si kecil dekat dengan Anda merasa nyaman, ini lebih berarti bagi anak untuk mengembangkan rasa percaya dirinya. Namun, jika kedekatan Anda dengan si kecil hanya membuat tidak nyaman si kecil, dengan demikian kedekatan macam ini dapat membuat rasa percaya diri anak akan menurun. Ketidak nyamanan anak yang semakin hari semakin menjadi, dapat membuat anak semakin tidak percaya diri. Dengan keadaan ini, pada akhirnya dapat membuat anak menjadi menarik diri atau menghindari Anda bahkan orang lain.

Walaupun kita bisa mengatakan bahwa setiap orang tua itu pasti dekat dengan anak. Pada kenyataannya tidak demikian, Anda mungkin juga merasakan. Secara fisik memang dekat, namun secara batin jauh. Nah, hal inilah tanda-tandanya Anda tidak memiliki kualitas kedekatan dengan si anak. Kualitas kedekatan orang tua dengan anak dapat dibangun sejak anak masih kecil. Selain anak mendapatkan dukungan rasa percaya diri, kedekatan Anda dengan anak menjadi berkualitas lahir dan batin hingga anak dewasa nanti.

Kedekatan orang tua yang dapat membuat anak tidak nyaman, biasanya karena orang tua kurang memahami jiwa si anak. Karena orang tua tidak memahami, sehingga sering terjadi cekcok dengan anak. Nah, pada saat cekcok ini terjadi, akan memberikan gambaran pada anak bahwa lingkungannya pun tidak aman dan tidak mendukung si anak. Anak akan merasa terancam dengan orang dewasa yang berada di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan si anak akan menyimpulkan bahwa dia hidup di dunia yang penuh dengan ancaman dan dia selalu dihantui dengan berbagai kekhawatiran.

Nah, agar anak Anda dapat memiliki rasa percaya diri yang sempurna, maka pada saat dia msaih balita berikan kasih sayang yang hangat dan tulus. Agar si kecil merasa aman dan nyaman dengan lingkungannya. Kedekatan Anda dapat membesarkan hati si anak, sehingga dia semakin percaya diri untuk melakukan segala sesuatu. Adapun kebebasan yang dia dapatkan, dapat membuat anak bereksperimen dan mencoba segala sesuatu yang baru. Dengan demikian kemampuan anak untuk bereksplorasi dan beraktualisasi diri lebih sempurna.

Kedekatan Yang Berkualitas Antara Orang Tua Dengan Anak
Kedekatan Yang Berkualitas Antara Orang Tua Dengan Anak

Tips membangun rasa percaya diri pada anak yang telah diuraikan di atas dapat membukakan kesempatan pada Anda para orang tua yang selama ini menghadapi permasalahan anak yang kepercayaan dirinya rendah. Coba Anda koreksi kembali, bagaimana perlakuan Anda selama ini pada anak, sehingga Anda dapat meluruskan kembali tindakan Anda yang kurang benar. Semoga bermanfaat.