Tips Agar Anak Mendapatkan ASI Eksklusif

Sponsored Links

Tips Agar Anak Mendapatkan ASI Eksklusif

Dulu zaman orang tua kita memang tidak ada istilah ASI eksklusif, namun bayi juga tetap sehat dan kuat. Nah, tapi kalau zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan zaman dulu. Karena sekarang juga semakin banyak penyakit yang berseliweran dan siap untuk menerkam para bayi. Maka dari itu, banyak sekali riset-riset yang menyimpulkan bahwa ASI eksklusif berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan dan daya tahan tubuh bayi.

Sebelumnya, bunda harus tahu apa itu ASI eksklusif. Jadi, ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi dari awal kelahiran hingga 6 bulan kehidupan pertama dengan tanpa memberikan makanan lain sedikit pun. Makanan lain yang dimaksud seperti madu, air putih, susu formula, kelapa muda atau bahkan pisang. Nah, sebenarnya pencernaan bayi itu belum sempurna, jadi bayi juga belum siap kalau menerima makanan lain selain ASI.

Bagi Anda para bunda yang bijak, mulai saat ini harus merencanakan ASI eksklusif untuk anak Anda. Mungkin sebagian dari Anda ada yang berpikiran, dulu ASI eksklusif hanya 4 bulan, kenapa sekarang menjadi 6 bulan. Berarti sebenarnya ASI eksklusif itu bisa berapa waktu saja. Nah, bukan itu permasalahannya. Jadi perubahan lama waktu pemberian ASI ekslusif itu juga berdasarkan hasil dari beberapa riset. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat bunda lakukan agar bayi tetap mendapatkan ASI eksklusif.

Mulai Menyusui Segera Setelah Lahir (Dalam Waktu Satu Jam)

Lakukan Inisiasi Menyusui Dini
Lakukan Inisiasi Menyusui Dini

Jika Anda mengikuti atau melaksanakan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD), maka Anda dapat segera memberikan ASI pada bayi. Selain itu, ASI yang pertama kali keluar (kolostrum) tidak terbuang sia-sia. Sehingga Bayi Anda akan mendapatkan sumber kekebalan tubuh yang luar biasa. IMD adalah metode untuk mengenalkan bayi pada ASI sedini mungkin, sehingga bayi tidak mendapatkan suplai makanan lain selain ASI. Ketika Anda melakukan IMD, maka bayi sudah mengenal ASI dan kemungkinan besar selanjutnya akan lebih mudah untuk menyusu.

Jangan Berikan Makanan Atau Minuman Lain Kepada Bayi

Jangan Berikan Makanan Lain Selain ASI
Jangan Berikan Makanan Lain Selain ASI

Nah, definisi ASI eksklusif kan hanya memberikan ASI pada bayi, jadi Anda juga tidak boleh memberikan makanan lain sedikitput selain ASI. Mungkin di daerah Anda juga masih banyak adat-adat dalam mengasuh bayi dengan memberikan makanan pada bayi, entah itu berupa pisang, kelapa muda atau yang lain. Sebenarnya makanan-makanan tersebut tidak dibutuhkan oleh bayi. Bayi dengan menyusu ASI saja kebutuhan gizinya sudah tercukupi.

Organ pencernaan bayi itu belum sempurna, jika Anda memberikan makanan selain ASI, pencernaan si bayi lama-kelamaan akan protes. Sehingga bisa jadi bayi Anda akan mudah mengalami kembung atau sulit untuk BAB.

Berikan ASI Eksklusif Selama 6 Bulan Pertama

Bunda harus komitmen untuk tidak memberikan makanan lain selain ASI selama 6 bulan pertama. Memang, mungkin suatu saat ASI bunda kurang lancar dan terpikir untuk memberikan makanan lain pada bayi. Atau ketika Bunda sedang bingung, karena si adik bayi terus-menerus menangis, bunda terpikirkan apakah si bayi masih lapar? Nah, jika hal ini terjadi, bunda harus tetap menjaga niat untuk memberikan ASI saja.

Bayi dapat bertahan dan dapat tumbuh hanya dengan ASI saja. Walaupun mungkin usia 6 bulan sudah terlihat besar dan pantas untuk diberikan makanan lai selain ASI.

Berikan ASI Pada Bayi Selama Bayi Menginginkan

Untuk menjaga agar bayi Anda tidak mudah lapar, maka berikan ASI sesering mungkin selama bayi menginginkan. Idealnya, bayi dapat diberikan ASI minimal 8-10 kali dalam sehari. Jika bayi Anda menyusui lebih dari itu, semakin baik, berarti bayi Anda sehat. Nah, salah satu pedoman menyusui yang benar adalah memberi ASI selama bayi menginginkan.

Ketika bayi Anda terus mendapatkan ASI, maka Anda tidak akan terpikir untuk memberikan makanan lain selain ASI. Karena bayi yang tercukupi kebutuhan makannya, akan nyaman dan tenang (tidak rewel).

Nah, bunda sekarang sudah mengetahui gimana cara menjaga bayi agar tetap dalam ASI eksklusif.