Tanda Bahaya Pada Kehamilan

Sponsored Links

Tanda Bahaya Pada Kehamilan

Apakah Anda ibu yang sedang hamil? Atau Anda sedang memiliki keluarga yang sedang hamil? Nah, Anda harus mulai peduli tentang kehamilan Anda. Sebenarnya ada beberapa tanda-tanda kehamilan yang menggambarkan atau menunjukkan suatu bahaya. Jadi Anda harus tahu dan memahami, agar tidak terjadi suatu kesalahan yang fatal.

Kehamilan merupakan suatu awal dari kehidupan anak Anda. Jangan kira anak mulai membutuhkan kehidupan ketika setelah lahir. Sehingga Anda pun ketika hamil juga harus mulai peka terhadap segala kesehatan anak. Salah satunya yaitu kesehatan ibu yang sedang mengandung. Karena kesehatan ibu juga berpengaruh terhadap kesehatan janin.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa Anda memiliki kondisi kehamilan bermasalah. Dan Anda harus segera memberikan tindakan agar dapat segera teratasi.

Perdarahan Pada Hamil Muda Maupun Hamil Tua

Tanda bahaya kehamilan yang pertama yaitu, terjadinya perdarahan pada saat hamil muda maupun hamil tua. Perdarahan yang dimaksudkan bukan hanya darah yang keluar dalam jumlah banyak. Namun seberapa pun jumlah darah yang keluar dari jalan lahir, perlu dilakukan suatu pemeriksaan lebih lanjut.

Ketika Anda mengalami perdarahan di saat hamil muda, bisa jadi janin yang menempel pada dinding rahim Anda mengalami pergeseran atau bahkan lepas. Nah, terjadinya kontraksi atau proses lepasnya janin dari rahim tersebut menimbulkan darah dan keluar melalui vagina. Walaupun jumlah darah yang keluar hanya sedikit, Anda harus segera memeriksakan kondisi kehamilan Anda.

Jika ternyata janin Anda lepas, tenaga medis segera mengetahui dan dapat melakukan tindakan penanganan. Apabila janin Anda masih dalam kondisi baik dan dapat berkembang maka juga akan mendapatkan tindakan khusus untuk mempertahankannya. Namun, jika janin Anda sudah tidak dapat bertahan dan berkembang maka harus segera dikeluarkan agar tidak terjadi pembusukan di dalam rahim.
Nah, dengan demikian Anda harus super waspada dan tanggap jika terjadi perdarahan pada saat Anda hamil.

Bengkak Kaki, Tangan Atau Wajah Disertai Sakit Kepala Dan Atau Kejang

Kehamilan berbahaya berikutnya ditandai dengan bengkak pada kaki, tangan atau wajah ibu hamil bukanlah sesuatu yang wajar karena proses kehamilan. Namun, jika bengkak tersebut semakin membesar dan terjadi dalam waktu yang lama maka dapat membahayakan pada kesehatan ibu. Bengkak tersebut timbul karena ketidakstabilan hormon yang dapat menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap protein secara normal. Ketika tubuh tidak dapat menyerap protein secara normal, maka sel-sel tubuh akan banyak mengandung cairan sehingga terjadilah pembengkakan pada beberapa bagian tubuh tertentu.

Pembengkakan pada kaki dan bagian tubuh yang lain juga dapat disebabkan karena kecapekan. Sehingga otot-otot kaki akan menjadi bengkak dan semakin lama pembengkakan akan menjadi semakin keras.

Bengkak kaki pada masa kehamilan
Bengkak kaki pada masa kehamilan

Demam Atau Panas Tinggi

Seseorang yang hamil, pada umumnya sering merasakan pusing. Namun hal ini wajar, karena pembawaan dari perubahan hormon-hormon kehamilan dapat membuat Anda menjadi pusing. Selain itu, pusing juga dapat terjadi karena Anda mengalami anemia. Akan tetapi jika Anda sedang hamil mengalami demam atau panas, sebaiknya segera memeriksakan diri. Hal ini dikhawatirkan terjadi infeksi dalam tubuh Anda.

Perlu Anda ketahui, bahwa demam yang terjadi pada tubuh merupakan suatu indkasi bahwa tubuh Anda sedang melakukan perlawanan dengan virus atau bakteri yang ada di dalam tubuh. Nah, jika Anda mengalami panas, maka sesegera mungkin mengetahui apa penyebab dari panas tersebut.

Demam pada ibu hamil
Demam pada ibu hamil

Air Ketuban Keluar Sebelum Waktunya

Apakah Anda tahu tentang ciri-ciri air ketuban? Nah, Anda sekarang sedang hamil, sehingga perlu mengetahui bagaimana sih wujud dari air ketuban. Air ketuban itu berwarna putih kekuningan, bening dan berbau agak anyir. Jika ada cairan yang keluar dari jalan lahir dan Anda belum pernah mengetahui, bisa dipastikan bahwa itu adalah air ketuban.

Ketika air ketuban keluar, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, Anda harus segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Hal ini untuk mengantisipasi habisnya air ketuban di dalam rahim. Air ketuban berfungsi sebagai cairang yang dapat mempertahankan keselamatan janin di dalam rahim. Selain itu, air ketuban juga berfungsi untuk membantu proses melahirkan.

Ketika air ketuban keluar jauh-jauh hari sebelum waktu melahirkan, dan Anda segera mengetahuinya maka Anda dapat segera mengupayakan untuk meningkatkan jumlah air ketuban. Dengan demikian pada saat Anda melahirkan tidak kekurangan air ketuban yanga mengakibatkan tidak dapat melahirkan normal.

Bayi Di Dalam Kandungan Gerakannya Berkurang Atau Tidak Bergerak

Nah, pasti Anda sering merasakan janin Anda bergera-gerak setiap saat. Hal ini menandakan bahwa bayi Anda sehat. Janin dapat mulai melakukan gerakan ketika setelah berusia 4 bulan. Mungkin pada awalnya Anda belum begitu merasakan gerakan tersebut, namun setelah usia kehamilan Anda semakin bertambah maka gerakan si janin juga akan semakin banyak dan terasa. Bahkan jika Anda menyuruh orang lain untuk melihat pada perut Anda, pasti terjadi gerakan-gerakan kecil di bawah kulit perut Anda.

Yang perlu diwaspadai adalah, ketika usia kehamilan Anda bertambah tua, namun pada waktu beberapa hari janin Anda tidak terasa bergerak sama sekali. Apa yang terjadi? Bayi Anda sedang pingsan atau bahkan sudah tidak dapat bertahan hidup lagi?

Anda harus tanggap dan waspada jika kandungan Anda terjadi demikian. Semakin Anda cepat dalam memberikan respon pada kondisi kehamilan Anda, maka akan segera diketahui apa yang sebenarnya sedang terjadi pada janin Anda. Jika memang kondisi janin Anda sudah tidak lagi dapat bertahan hidup (red: meninggal) maka tenaga medis juga dapat segera mengusahakan untuk mengeluarkan janin Anda.

Janin dalam rahim
Janin dalam rahim

Muntah Terus

Salah satu tanda dari kehamilan yaitu mual dan sampai terjadi muntah. Muntah dapat terjadi karena ketidakstabilan hormon tubuh sehingga membuat Anda mudah terangsang untuk muntah. Mual akan lebih terasa ketika di pagi hari, hal ini biasa disebut dengan morning sickness. Mual yang melanda Anda akan berakibat pada makanan yang akan Anda makan. Apabila makanan yang akan Anda makan merupakan makanan yang berbau dan berasa sensitif maka akan mudah untuk merangsang terjadinya muntah. Rangsangan untuk mudah muntah biasanya terjadi pada 5 bulan awal kehamilan. Pada masa kehamilan selanjutnya Anda sudah tidak lagi mudah untuk mual dan muntah. Jika Anda muntah terus menerus, maka akan membahayakan kesehatan Anda. Tubuh Anda akan mengalami kehilangan cairan tubuh, pada akhirnya tubuh menjadi lemas. Selain itu, jika Anda terus menerus muntah, maka tubuh Anda juga terasa tidak nyaman.

Muntah Setiap Hari
Muntah Setiap Hari

Tidak Mau Makan

Pada ulasan di atas telah dibahas mengenai muntah. Nah, kalau pada sub bahasan inim mengulas mengenai ibu hamil yang tidak mau makan. Tanda bahaya kehamilan yang satu ini sama bahayanya dengan keadaan muntah terus menerus, karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga kebutuhan gizi Anda tidak terpenuhi. Selain itu, jika Anda tidak dapat makan dalam jangka waktu yang lama, maka dapat terserang maag.

Saat Anda tidak mendapatkan asupan makanan, maka janin Anda juga tidak mendapatkan makanan. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan janin Anda.

Enam masalah di atas bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran dini (prematur) yang membahayakan ibu dan bayi. Segeralah bawa ke petugas kesehatan dengan didampingi suami atau keluarga yang dapat mempertanggungjawabkan jika terjadi sesuatu. Anda jangan sekali-kali meremehkan, jika salah satu ciri bahaya di atas sedang Anda alami. Semoga bermanfaat.