Penyebab Keracunan Makanan Dan Cara Mengatasinya

Sponsored Links

Penyebab Keracunan Makanan Dan Cara Mengatasinya – Banyak berita yang mengabarkan sekelompok masyarakat terkena keracunan makanan atau minuman. Juga pernah terjadi pada sekelompok masyarakat yang keracunan makanan yang berasal dari hajatan. Tentu hal ini sangat menghebohkan sekali dan menimbulkan teka-teki sebenarnya apa penyebabnya. Setelah itu mereka merasa was-was dengan lingkungan sekitar terutama pada makanan yang menyebabkan keracunan. Keracunan makanan biasanya ditandai dengan rasa mual, pusing, mata berkunang-kunang dan muntah. Jika racunnya bersifat ganas, maka dapat terjadi diare, dehidrasi dan sampai tak sadarkan diri.

Memang sangat mengkhawatirkan sekali jika seseorang terkena racun. Karena jika tidak tertolong akan mengakibatkan kematian. Itulah sebabnya, mengapa Anda harus sedikit tahu tentang mekanisme keracunan. Sebenarnya kenapa sih mereka bisa mengalami keracunan? Apa karena makanannya atau karena bahaya dari suatu zat?

Nah, Anda yang pasti mulai bertanya-tanya, bagaimana jelasnya keracunan menurut ilmu kesehatan. Faktor penyebab keracunan makanan dapat kita tinjau lebih detil dengan enam prinsip hygiene sanitasi makanan. Berikut akan kami ulas selengkapnya. Simak yuk!!

Pengolahan Makanan Yang Tidak Higienis

Pengolahan Makanan Yang Kurang Higienis
Pengolahan Makanan Yang Kurang Higienis

Pada saat proses pengolahan makanan, pasti berawal dari pemilihan bahan makanan. Nah, pada saat memilih bahan makanan Anda perhatikan bentuk fisik makananan, terdapat nomor izin dari DepKes dan tanggal kadaluarsanya.

Setelah Anda mendapatkan bahan makanan yang sudah memenuhi syarat, perhatikan cara Anda meyimpan bahan-bahan tersebut. Mulai dari wadah tempat menyimpan sampai dengan cara penyimpanannya. Tujuannya yaitu untuk menghindari terjadinya keracunan makanan karena salah penyimpanan.

Ketika proses pengolahan, jangan gunakan wadah yang mudah melarutkan kandungan logam, agar makanan tidak tercemar. Selain itu, bagian terpenting yang lain adalah si pengolah makanan. Orang yang mengolah makanan juga harus dalam kondisi yang hygiene. Yaitu pada saat mempersiapkan, mengolah, menyimpan, mengangkut, maupun menyajikan makanan harus menjaga hygiene dirinya.

Rekomendasi untuk Anda ketika membeli makanan atau bahan makanan bermerek, pastikan ada nomor izin dari DepKes dan lihat tanggal kadaluarsanya. Ketika Anda memilih makanan yang sudah bernomor izin, keamanan makanan setidaknya sudah terjamin. Ketika Anda menggunakan bahan makanan lokal yang tidak ada nomor izinnya, pastikan makanan tersebut diproduksi dalam kondisi yang benar-benar hygiene.

Terdapat Mikroorganisme Penyebab Keracunan Makanan

Mencegah Makanan Tercemar Oleh Mikroorganisme
Mencegah Makanan Tercemar Oleh Mikroorganisme

Sudah pasti, bahwa keracunan makanan salah satu penyebabnya adalah mikroorganisme baik berupa bakteri atau yang lainnya. Saat ini, penggunaan pupuk organik sangat marak dan para petani mulai beralih ke jenis pupuk ini. Namun, di sisi lain penggunaan pupuk organik yang berasal dar kotoran hewan ternak atau manusia membawa dampak lain terhadap bahan makanan yang diproduksi. Karena kotoran hewan dan manusia merupakan sumber dari mikroorganisme parasit yang berasal dari usus.

Pada umumnya, bakteri yang menyebabkan keracunan makanan diantaranya yaitu Vibrio parahaemoliticus, salmonella spp, E. coli, Staphylococcus aereus, clostridium botulinum, bacillus aereus dan Clostridium perfringes.

Nah, bakteri Vibrio parahaemoliticus biasanya ada pada makanan berasal dari laut yang dapat menyebabkan gastroerileritis. Sedangkan makanan yang terkontaminasi kotoran hewan ternak maupun feses manusia akan mengandung bakteri E. coli. Selain itu, makanan olahan yang berasal dari daging, telur, ikan dan susu dapat menumbuhkan banyak bakteri. Ketika bahan makanan tersebut tidak mengalami pengolahan yang sempurna, maka akan menimbulkan bakteri-bakteri salmonella.

Banyak sekali kemungkinan yang dapat mengakibatkan makanan yang Anda makan mengandung bakteri. Pada intinya, jika Anda menjaga higiene dan berhati-hati dalam memasak makanan, maka akan selamat dari kemungkinan kontaminasi bakteri. Pastikan, sebelum memasak sayuran Anda mencucinya dengan air bersih dan mengalir agar bakteri-bakteri dapat hilang bersama air. Selain itu, ketika Anda memasak pastikan bahwa bahan makanan tersebut benar-benar matang sempurna.

Mengandung Bahan-Bahan Kimia Dalam Makanan

Makanan Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Makanan Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Nah, bahan kimia yang bagimana yang dimaksud? Berasal dari manakah bahan kimia tersebut? Anda tidak usah terlalu pusing untuk mencari jawabannya. Sebenarnya manusia itu sendiri yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan tambahan pada saat proses pengolahan makanan. Selain itu, penggunaan pestisida atau insektisida yang tidak tepat dapat menyebabkan makanan hasil panennya juga mengandung racun.

Ironisnya pada saat ini, makanan yang jelas terlihat memiliki kandungan racun yaitu makanan yang diberi borak atau formalin pada bakso dan mie. Selain itu, penggunaan rodamin B sebagai pewarna makanan atau es. Nah, sebenarnya yang memberikan kontribusi terhadap racun pada bahan makanan adalah manusia itu sendiri. Mereka sudah tahu kalau zat-zat tersebut berbahaya, namun tetap saja menggunakannya dengan dalih untuk meraup untung yang sebesar-besarnya.

Di sisi lain, kontaminasi dari logam berat juga masih kerap terjadi. Contohnya adalah kontaminasi timbal pada makanan olahan. Nah, sumber timbal tersebut ternyata berasal dari kaleng yang dilakukan pematrian saat proses penyambungan antara kedua bagian sisi plate untuk membentuk badan kaleng atau tutup kaleng. Ini merupakan kesalahan fatal bagi pihak pabrik, karena mereka tidak mengecek kembali kemasan yang digunakan secara umum masih layak atau tidak. Hal ini jelas yang dirugikan adalah konsumen, sebagai pihak ketiga yang tidak tahu menahu mengenai produk yang mereka beli.

Rekomendasi untuk Anda yaitu, jangan membeli peralatan dapur yang bahannya jika terkena panas kemungkinan dapat melarutkan kandungan logam. Selain itu, ketika Anda membeli makanan kemasan dalam bentuk kaleng, jika kalengnya mengalami kecacatan walaupun hanya sedikit, usahakan jangan dibeli. Karena kaleng yang bentuknya sudah tidak sempurna, akan memudahkan bakteri berkembangbiak di dalamnya.

Terdapat Jamur Pada Makanan

Makanan Berjamur
Makanan Berjamur

Adanya jamur pada makanan juga dapat menyebabkan Anda keracunan. Biasanya orang awam masih banyak yang masih tetap makan makanan yang mulai berjamur. Mereka menghilangkan atau membuang makanan yang ada jamurnya, kemudian memakan sisi yang lain yang tidak terdapat jamur. Nah, kebiasaan ini tidak baik untuk dilakukan karena bagaimanapun juga jamur sebenarnya sudah merambah ke daerah lain, namun belum terlihat. Maka dari itu, jika Anda memiliki makanan yang mulai berjamur, sebaiknya segera dibuang saja agar tidak muncul perasaan berat untuk membuang makanan tersebut.

Ketika Anda memiliki makanan yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Sebaiknya Anda menyimpan dalam toples yang benar-benar rapat, karena jamur akan dapat tumbuh ketika ada udara yang dapat masuk dan berinteraksi dengan makanan. Selain itu, pisahkan tempat penyimpanan makanan, antara makanan yang berminyak dan makanan yang kering, agar tidak mudah mengalami tumbuh jamur.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan apa saja penyebab keracunan makanan. Maka dari itu, untuk mengatasi keracunan makanan sebaiknya Anda lebih selektif dalam memilih bahan makanan. Lebih baik memilih bahan makanan yang sumber produksinya pasti dan terjamin, agar Anda juga tidak beresiko terkena bahan-bahan berbahaya. Jangan hanya memikirkan harga dari makanan, namun pikirkan juga tentang bahaya makanan yang Anda beli.