Pedoman Menyusui Yang Benar

Sponsored Links

Pedoman Menyusui Yang Benar

Apakah Anda seorang ibu yang sedang menyusui? Atau mungkin Anda sedang hamil dan persiapan untuk mengetahui bagaimana pedoman menyusui yang benar. Mungkin bagi ibu yang sudah pernah memiliki anak sudah tidak bingung lagi mengenai cara menyusui. Namun apakah Anda yakin, bahwa cara menyusui yang Anda lakukan sudah sesuai dan benar-benar maksimal.

Suatu ketika mungkin Anda berpendapat, mengapa anak ASI memiliki berat badan yang lebih rendah daripada anak dengan susu formula? Atau Anda berpendapat, padahal si kecil sudah menyusu banyak, tapi kok bobotnya nggak naik banyak. Mungkin Bunda ada sedikit kesalahan dalam pola menyusui, atau memag sebenarnya Bunda belum mengtahui gimana cara menyusui yang baik dan benar.

Nah, agar Anda dapat menyusui secara benar dan dapat berjalan secara maksimal, berikut ini akan dijelaskan secara rinci mengenai pedoman menyusui bagi ibu. Simak selengkapnya!!

Susui Sesering Mungkin Selama Bayi Menginginkan

Bagi Anda yang memiliki bayi suka untuk menetek, maka Anda harus bersyukur karena bayi Anda peka dan dapat mengatur kebutuhan tubuhnya. Berilah ASI setiap bayi menginginkannya, jangan sampai ditunda-tunda atau bahkan Anda malah menggantinya dengan susu formula.

Ketika bayi menginginkan untuk menetek, berilah sampai bayi benar-benar kenyang dan melepaskan puting ibu dengan sendirinya. Bayi Anda sudah memiliki cara tersendiri ketika sudah merasa kenyang, pasti dia akan melepas puting ibu secara ikhlas. Pada saat bayi belum mau melepaskan puting susu, berarti bayi Anda masih membutuhkan ASI yang lebih banyak.

Anda jangan khawatir dengan keadaan bayi yang suka menetek, kemudian Anda terpancing untuk memberinya susu formula sebagai pendamping ASI. Karena Anda merasa kasihan, bahwa ASI yang diterima oleh bayi Anda masih kurang.

Paling Sedikit 8 Kali Dalam Sehari

Pernahkah Anda menghitung berapa kali dalam sehari menyusui bayi Anda? Coba mulai besok Anda hitung berapa kali dalam sehari menyusui bayi Anda. Mengapa sih, kok minimal harus 8 kali dalam sehari. Nah, ini berkaitan dengan kemampuan bayi dalam mencerna ASI. Bayi dapat menerima ASI lagi setelah perut dalam keadaan kosong. Ketika bayi Anda sudah mulai lapar, pasti akan memberikan sinyal tersendiri untuk meminta susu, yaitu dengan memberikan isyarat menangis atau dengan menggerak-gerakkan mulut.

Bagi Anda yang memiliki bayi baru lahir dengan berat badan yang rendah atau kurang dari 3kg, Anda dapat menambahkan intensitas menyusui. Agar bayi Anda mendapatkan ASI lebih banyak, sehingga berat badannya segera naik. Selain itu, bayi lahir dengan berat yang rendah cenderung banyak tidur. Mungkin Anda menganggap bahwa bayi belum haus atau belum lapar, karena tidak bangun atau menangis. Nah, memang pembawaan bayi yang kecil itu ingin tidur terus, maka Bunda harus aktif untuk membangunkan si kecil dan segera menyusui. Memang pada awalnya bayi Anda akan menangis, tapi jika Anda membiarkan saja,si bayi tidak segera mendapatkan ASI.

Hal lain yang berhubungan dengan intensitas menyusui adalah, ketika pada awal-awal kelahiran bayi Anda hanya sedikit mendapatkan ASI, mengakibatkan bayi Anda menjadi kuning (ikterus). Ikterus pada bayi sangat berbahaya jika tidak segera di atasi. Namun, dengan Anda memberikan ASI yang banyak, bayi akan terhindar dari penyakit kuning.

Jika Bayi Tidur Lebih Dari 3 Jam, Bangunkan Lalu Susui

Berikutnya cara menyusui yang benar yaitu minimal setiap 3 jam sekali. Nah, Bunda jangan bangga dengan bayi yang diam dan tidak rewel, karena bayi banyak tidur. Bawaan bayi memang selalu ingin tidur, namun Anda harus mengetahui bahwa tidur panjang untuk si bayi akan merugikandu. Siklus hidup pada masa bayi memang berbeda, bayi harus sering dan banyak menyusu. Karena ASI sangat mudah dicerna, sehingga bayi juga mudah untuk lapar.

Masalahnya adalah, ketika bayi Anda tidak meminta ASI jika sudah lebih dari 3 jam, karena asyik tidur. Bunda harus tega untuk membangunkan si bayi, entah itu dengan ditepuk-tepuk atau di goyang-goyangkan yang penting bayi dapat segera bangun. Tujuannya Anda membangunkan si bayi adalah untuk menyusui. Dalam satu hari terdapat 24 jam, jika dalam sehari minimal harus menyusui 8 kali, sehingga maksimal 3 jam sekali Anda harus meneteki.

Susui Sampai Payudara Kosong, Lalu Pindah Ke Payudara Sisi Yang Lain

Gimana tipe bayi Anda? Suka menetek atau hanya mau menetek sedikit-sedikit tapi sering? Pola menetek pada bayi dapat menentukan berat badan yang dihasilkan. pakah Anda tidak percaya? Mari kita ulas lebih jauh.

Bunda, sebenarnya zat gizi apa saja sih yang terkandung dalam ASI? Nah, kandungan utama pada ASI adalah karbohidrat, protein dan lemak. Namun yang paling mendominasi adalah karbohidrat dan lemak. Secara teoritisnya, ASI dalam satu sisi payudara ibu mengandung dua lapisan zat gizi. Nah, ASI yang pertama keluar dari puting adalah ASI yang banyak mengandung karbohidrat. Kemudian untuk lapisan yang kedua adalah ASI yang banyak mengandung lemak.

Ketika Bunda hanya memberikan ASI sedikit, maksudnya tidak memberikan ASI dalam satu sisi payudara hingga benar-benar habis, mak si kecil hanya mendapatkan zat karbohidrat. Dengan demikian, bayi tidak mendapatkan lemak yang berfungsi untuk membuat gendut pada bayi Anda. Jika Anda benar-benar memperhatikan kondisi payudara Anda, maka bayi akan mendapatkan ASI dengan kandungan gizi yang sempurna. Agar bayi Anda mendapatkan ASI yang memiliki kandungan lengkap, pada saat menyusui berikan ASI hingga benar-benar kosong dalam satu sisi payudara. Jika bayi Anda masih belum kenyang, berikan susu dari payudara yang satunya.

Beri Bayi Hanya ASI Sampai Umur 6 Bulan (ASI Eksklusif)

Metode menyusui yang terakhir dan paling ampuh yaitu dengan melaksanakan ASI eksklusif. Anda sudah tahu kan tentang ASI Eksklusif? Iya, sebagian besar dari Anda sudah banyak yang mengetahui tentang program ASI eksklusif. Yaitu program pemberian ASI penuh pada bayi selama 6 bulan pertama tanpa memberikan makanan lain, walaupun hanya air putih atau madu. Namun, pada kenyatannya, para ibu masih banyak yang belum bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat menghambat penerapan ASI eksklusif.

Coba Anda bayangkan, bukankah sebenarnya ASI eksklusif itu juga memberikan kemudahan pada Anda. Anda tidak perlu repot-repot membuatkan makanan untuk si bayi selama 6 bulan pertama. Anda kan juga masih perlu pemulihan kesehatan, dengan demikian jika Anda hanya memberikan ASI, sangat terbantu untuk kemudahan merawat bayi Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa, ASI eksklusif memiliki segudang manfaat untuk bayi Anda. Lagi pula, ketika bayi baru lahir, seluruh organ tubuhnya belum dapat berfungsi secara sempurna, terutama organ pencernaan. Nah, saat Anda memberikan makanan lain selain ASI, maka pencernaan si bayi akan kesulitan dalam mencerna makanan tersebut. Karena makanan selain ASI tidak mengandung enzim yang dapat mempermudah pencernaan makanan.

Apakah Anda masih bingung, gimana metode yang paling pas dalam memberi ASI pada bayi Anda? Pedoman menyusui yang telah dibahas di atas sangat perlu Anda pertimbangkan dalam proses Anda menyusui si bayi, agar si bayi mendapatkan ASI dengan sempurna dan memperoleh manfaat yang benar-benar maksimal. Semoga bermanfaat.