Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner

Sponsored Links

Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner

Tahukan Anda di negara maju Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan masalah kesehatan yang utama. Namun, kini masalah tersebut bukan hanya menimpa negara maju saja, karena negara berkembang juga sudah mulai menampakkan peningkatan jumlah penderita Penyakit Jantung Koroner.

Pada saat ini, penyakit jantung koroner di Indonesia merukanan penyakit penyebab kematian tertinggi kedua, setelah penyakit kanker. Kenapa Indonesia juga mulai banyak yang mengidap penyakit jantung koroner, padahal Indonesia juga belum tergolong negara maju. Hal ini dikarenakan di Indonesia pola hidup masyarakatnya sudah mulai berubah mengikuti negara maju, sehingga mereka juga rentan untuk terkena penyakit jantung koroner.

Kejadian penyakit jantung koroner memang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut biasa disebut dengan faktor resiko penyakit jantung koroner. Namun, penderita penyakit jantung koroner di Indonesia tidak merata. Setelah dilakukan penelitian epidemiologis, ternyata lingkungan sosial dari suatu daerah juga berpengaruh terhadap kejadian PJK. Nah, kenapa demikian? Mari kita simak selengkapnya kenapa hal tersebut dapat berpengaruh.

Faktor Resiko Utama

Pada kejadian penyakit jantung koroner, terdapat faktor resiko utama penyebab penyakit jantung koroner adalah faktor yang sangat berpengaruh dan mempercepat kejadian penyakit jantung pada seseorang. Nah, faktor resiko penyakit jantung koroner yang utama adalah hipertensi, hiperkolesterolemia dan merokok. Anda dapat mengetahui lebih jelas, mengapa faktor-faktor tersebut dapat terjadi.

Hipertensi

Harus Anda sadari bahwa hipertensi merupakan salah satu dari faktor utama penyebab penyakit jantung koroner. Penderita hipertensi di Indonesia berkisar antara 6-15%. Adanya peningkatan tekanan darah dalam tubuh akan memperberat kerja jantung. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka dapat mengakibatkan hipertropi pada jantung bagian kiri. Selain itu, tekanan darah sistolik yang tinggi dapat memicu adanya penumpukan lemak pada pembuluh darah yang berada di jantung.

Hiperkolesterolemia

Apakah Anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi? Kadar kolesterol dalam darah yang melebihi normal dapat disebut dengan hiperkolesterolemia. Nah, ini merupakan salah satu pemicu terjadinya PJK. Jika Anda memiliki kadar kolesterol dalam darah melebihi 200 mg/dl maka Anda berisiko tinggi untuk menderita PJK. Mak dari itu, segeralah Anda mengambil tindakan untuk menurunkan kadar kolesterol dan menjaga agar tetap dalam kadar normal.

Merokok

Selain hipertensi dan hiperkolesterolemia, merokok juga merupakan faktor resiko paling penting dalam kejadian PJK. Ketika seseorang mengkonsumsi rokok > 20 batang dalam sehari, maka dapat memperkuat kedua faktor lainnya untuk segera menderita PJK.

Sebuah riset menunjukkan hasil bahwa laki-laki yang merokok memiliki resiko 10X lebih besar untuk dapat menderita PJK daripada orang laki-laki yang tidak merokok. Adapun perempuan yang merokok, memiliki resiko 4,5X lebih besar kemungkinannya untuk dapat menderita PJK.

Hal ini dapat terjadi karena asap rokok dapat menurunkan kolesterol baik dalam darah. Nah,dengan demikian perokok lebih tinggi kemungkinannya untuk terjadi penumpukan kolesterol di dalam pembuluh darah dan pada akhirnya mudah terjadi PJK.

Faktor Resiko Pendukung

Faktor resiko pendukung merupakan faktor resiko yang dapat menunjang atau memperkuat dan mempercepat terjadinya PJK pada tubuh seseorang. Jika Anda dapat mengatur faktor-faktor yang dapat dikendalikan, maka Anda juga akan mengalami penurunan resiko untuk terserang PJK. Nah, berikut ini akan dijabarkan mengenai faktor resiko pendukung terjadinya PJK pada seseorang.

Umur

Usia meupakan salah satu faktor yang tidak dapat diubah. Seiring dengan berjalannya waktu, ketika usia Anda bertmbah tua maka segala penyakit juga siap untuk mengikuti Anda. Ketika seseorang memasuki usia 50 tahun, maka resiko terkena PJK juga besar. Hal ini dikarenakan pada saat seseorang berusia mulai dari 20 tahun hingga 50 tahun akan mengalami peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Jika pada masa mudanya tidak menjaga pola hidup maka pada saat memasuki usia 50 tahun kemungkinan besar dapat menderita hiperkolesterolemia dan mudah untuk terserang PJK.

Jenis Kelamin

Kenapa jenis kelamin juga berpengaruh terhadap terjadinya PJK? Setidaknya Anda sekarang sudah tahu, karena kebanyakan perokok adalah laki-laki. Sedangkan merokok adalah salah satu faktor utama penyebab PJK. Nah, dengan demikian jika Anda adalah laki-laki dan perokok aktif, maka Anda sang beresiko untuk terserang PJK. Hasil riset di Amerika menunjukkan hasil bahwa, dari 5 laki-laki pasti ada satu yang menderita PJK. Sedangkan pada wanita, dari 17 wanita hanya 1 yang berisiko terkena PJK. Betapa sangat jauh kan perbandingannya, bahwa laki-laki beresiko 2-3 kali lebih besar untuk terkena PJK.

Geografis

Nah, ini yang saya maksudkan pada kalimat pengantar yang ada di awal-awal artikel. Jadi penderita PJK tidak merata, bergantung pada kondisi lingkungannya. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena masing-masing daerah memiliki adat istiadat tertentu, lebih tepatnya terkait makanan dan pola hidup. Seperti halnya orang Padang, mereka lebih suka dengan makanan yang terbuat dari santan kental, nah makanan tersebut lebih banyak mengandung kolesterol, maka dari itu mereka akan rentan terkena hiperkolesterolemia.

Belum lagi jika ditinjau dari segi kebiasaan minum alkohol. Daerah yang memiliki budaya mengkonsumsi alkohol juga lebih besar kemunginannya untuk terserang PJK.

RAS

Kenapa RAS tidak dijadikan satu dengan lingkungan geografis? Memang kedua hal ini hampir sama, namun RAS lebi spesifik pada genetik dan keturunan. Seperti halnya di Amerika, ras caucasia lebih bersiko terkena PJK daripada ras non caucasia.

Diet

Nah, diet merupakan hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam tubuh seseorang. Jika Anda terbiasa makan makanan berlemak, maka Anda akan sangat beresiko untuk memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Sedangkan Anda yang memiliki susunan makanan berimbang, natara nasi sayur dan daging, hidup Anda akan lebih sehat dan kadr kolesterol dalam darah dapat terkendali.

Anda tahu kan, orang Amerika pola konsumsinya banyak mengandung daging dan sea food berlemak tinggi, maka dari itu orang Amerika lebih beresiko terkena PJK jika dibandingkan dengan orang Jepang atau orang Indonesia yang lebih banyak mengkonsumsi nasi dan sayur-mayur.

Begitu pula anggapan lama tentang penderita PJK, hanya menyerang orang kalangan menengah ke atas. Karena keluarga yang berasal dari kalangan menengah ke atas lebih banyak dan lebih sering mengkonsumsi daging, sehingga kandungan kolesterol mereka juga lebih tinggi.

Obesitas

Obesitas atau kelebihan lemak tubuh merupakan salah satu faktor resiko pendukung terjadinya PJK. Biasanya orang obesitas juga menderita hipertensi dan diabetes melitus. Hubungan antara obesitas dan PJK adalah, orang yang gemuk cenderung memiliki lemak tubuh berlebih dan memiliki kadar kolesterol yang tinggi, sehingga kemungkinannya untuk menderita PJK sangat besar.

Diabetes

Dalam suatu riset kesehatan tentang kemungkinan orang diabetes juga menderita PJK, mendapatkan hasil bahwa orang dengan diabetes 50% akan menderita PJK. Sungguh sangat mengerikan bukan? Bagi Anda yang mengalami obesitas dan belum menderita Penyakit Jantung Koroner, sebaiknya mulai sekarang Anda atur kembali pola hidup dan pola makan Anda, agar tidak sampai diikuti oleh PJK.

Olah Raga

Mengapa sih, semua orang mengatakan bahwa olah raga itu penting? Namun, kebanyakan masyarakat juga masih sulit untuk memiliki kebiasaan berolah raga. Sebenarnya, olah raga dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan berat badan, sehingga Anda sekaligus dapat mengurangi dua resiko PJK dengan cara berolah raga.

Stress

Stress merupakan salah satu kebiasaan atau pola hidup. bagi orang yang sedang mengalami stress, mereka memiliki resiko 1 ½ kali lebih besar kemungkinannya untuk terserang PJK. Seain itu, stress juga dapat menaikkan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah. Nah, betapa sangat rugi ketika Anda mengalami stres, Anda akan mendapatkan 3 macam penyakit secara bersamaan.

Keturunan

Untuk faktor resiko yang satu ini memang tidak dapat dihindarkan. Ketika Anda memiliki orang tua dengan riwayat pernah memiliki penyakit jantung koroner, Anda juga harus siap dan menerima dengan lapang dada jika terserang PJK. Karena orang tua Anda mewariskan PJK pada Anda.

Sangat banyak bukan, faktor resiko dari PJK? Maka dari itu, setelah Anda mengetahui, mulai dari sekarang coba atur kembali pola hidup sehat untuk kebahagiaan diri Anda di masa tua. Perbaikan pola hidup dapat mencegah penyakit jantung koroner menghampiri Anda. Penderita PJK itu tidak dapat menikmati hidup hingga tutup usia. Apakah anda mau?