Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Sponsored Links

Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Hingga kini, penyakit jantung atau lebih familiar disebut PJK merupakan penyakit pembunuh nomor 1 di Indonesia. Betapa miris dan menakutkan jika kita mendengar kata PJK. Dulu, PJK sering dikenal sebagai penyakitnya orang-orang kaya, namun sekarang sepertinya sudah bukan lagi orang kaya yang terkena PJK, akan tetapi semua golongan masyarakat berpotensi untuk terkena PJK. Bahkan menurut studi dari WHO di negara-negara berkembang, dari tahun 1990 sampai tahun 2020, angka kematian akibat PJK akan meningkat menjadi 137% pada laki-laki dan 120% pada wanita. Sedangkan Indonesia merupakan salah satu dari negara berkembang, berarti kita juga menjadi salah satu orang yang berpotensi untuk dapat terkena PJK. Nah, bagaimana untuk menyikapi hal tersebut? Maka, diperlukan pemahaman tentang cara mencegah Penyakit Jantung Koroner sejak dini. Simak, cara mencegah Penyakit Jantung Koroner pada ulasan artikel berikut ini!!

Apakah Penyakit Jantung Koroner?

Penyakit jantung koroner adalah gangguan jantung baik akut maupun kronik yang disebabkan oleh penurunan atau pemutusan aliran darah ke miokardium yang berkaitan dengan gangguan pada arteri koroner. Pembuluh koroner yaitu pembuluh nadi yang mengantarkan darah menuju aorta dan jaringan yang melindungi rongga-rongga jantung. Penyakit jantung dimulai ketika kolesterol, bahan lemak, dan kalsium tertumpuk dalam arteri. Ketika penumpukan atau plak terjadi dalam arteri yang mensuplai jantung, menyebabkan arteri menyempit, sehingga pengiriman oksigen ke jantung berkurang. Penyakit jantung diawali dengan aterosklerosis/ penumpukan kolesterol, bahan lemak dan kalsium yang berada di arteri.

Pada umumnya penyakit jantung koroner lebih banyak menyerang laki-laki. Karena laki-laki cenderung lebih banyak memiliki faktor resiko terjadinya penyakit jantung, seperti kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan selama 3 tahun, penderita PJK paling banyak ditemukan pada jenis kelamin pria yaitu 66,7% dan perempuan hanya 33,3%.

Hubungan Antara Penyakit Jantung Dengan Serangan Jantung

Ketika terjadi plak di dalam arteri koroner, hingga membuat pecahnya pembuluh darah kemudian menyebabkan adanya bekuan darah di dalamnya, Sehingga bekuan darah memblok/ memutar balikkan darah untuk mengalir ke otot jantung, inilah yang dinamakan serangan jantung. Pada intinya, serangan jantung merupakan salah satu dampak yang paling fatal atas terjadinya penyumbatan pembuluh darah dalam jantung.

Gambar serangan jantung koroner
Gambar serangan jantung koroner

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Pada umumnya, masyarakat sedikit tahu tentang penyebab pasti dari terjadinya Penyakit Jantung Koroner, berikut adalah penyebab yang sering terjadi:

  1. Merokok
  2. Hipertensi
  3. Bertambahnya usia
  4. Kolesterol tinggi
  5. Obesitas
  6. Diabetes melitus
  7. Keturunan,
  8. Dislipidemia
  9. Penyakit arteri,
  10. Kurang berolahraga
  11. Kebiasaan makan makanan tinggi lemak jenuh
  12. Konsumsi makanan tinggi natrium
  13. Menopause
  14. Konsumsi Alkohol
  15. Stres

Pada dasarnya, orang yang terkena PJK tidak memiliki pola hidup yang baik dan sehat, sehingga terjadi penumpukan masalah dalam tubuhnya. Apabila Anda memiliki beberapa faktor resiko di atas, maka hendaknya segera melakukan pengendalian terhadap beberapa faktor resiko yang dapat di ubah.

Gejala Umum Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung biasanya menimbulkan gejala ketika penderita melakukan aktivitas. Hal ini dapat terjadi karena permintaan nutrisi dan oksigen meningkat, akan tetapi arteri koronaria sudah tersumbat sehingga tidak dapat terpenuhi. Gejala lain yang timbul yaitu berupa jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, sakit rahang dan sakit punggung sisi kiri. Selain itu, merasa pusing, lesu, mual dan sakit perut.

Untuk para penderita diabetes, manula dan wanita biasanya lebih sering merasa tidak nyaman, kelelahan dan tidak enak badan.

Jenis Pengobatan Untuk Penderita Penyakit Jantung Koroner

Jenis pengobatan berikut ini dilakukan apabila pemberian obat secara oral (obat minum) tidak dapat lagi mengobati penyakit jantung yang diderita.

  1. Koroner (balon) angioplasti

Kateter tipis dengan balon kecil berada ujungnya yang dimasukkan ke dalam arteri yang tersumbat. Balon ditempatkan ke arteri yang mengalami penyumbatan, kemudian balon digembungkan agar arteri tetap terbuka sehingga darah dapat mengalir lebih lancar. Setelah arteri menggembung, kateter diangkat/ dikeluarkan.

  1. Stent (logam tabung kecil)

Prinsip kerja dari stent mirip dengan angioplasti koroner, namun di dalam balon terdapat logam tabung kecil (stent) yang ditinggalkan dalam arteri, dengan tujuan agar arteri tetap terjaga untuk terbuka dan lancar dalam mengalirkan darah. Setelah menanamkan stent di dalam arteri, kateter dan balon diangkat/ dikeluarkan.

  1. Atherectomy

Metode ini dilakukan untuk menghilangkan plak yang menutupi arteri. Cara menghilangkan plak yaitu dengan cara di bor atau sejenis laser untuk memotong plak dari arteri.

  1. Brachytherapy

Brachytherapy dilakukan setelah penderita penyakit jantung menjalani angioplasty. Terapi berupa radiasi pada bagian yang tersumbat dan menghapus plak, agar tidak terjadi penumpukan plak berulang.

 Tips Mencegah Penyakit Jantung Koroner

  1. Olahraga teratur dapat memperkuat jantung, menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan menurunkan tekanan darah. AHA merekomendasikan supaya berolahraga minimal 30 menit setidaknya dilakukan tiga sampai lima kali dalam seminggu.
  2. Rutin mengontrol tekanan darah tinggi dan diabetes, jika memiliki diabetes agar kadar gula darah dalam tubuh tetap terkendali. Tekanan darah dan kadar gula dalam darah sangat berkaitan erat, satu sama lain saling mempengaruhi peningkatan kadar dalam darah.
  3. Minum aspirin dosis rendah setiap hari, ini dapat mengurangi resiko serangan jantung
  4. Perubahan gaya hidup, dengan membatasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok.
  5. Menjaga berat badan agar tetap ideal. Bagi para penderita obesitas dapat melakukan usaha untuk meng-idealkan berat badannya.
  6. Menghindari atau mengurangi konsumsumsi junc food dan makanan tinggi kandungan gula, tinggi lemak jenuh dan tinggi garam.
  7. Menghindari stres. Agar terhindar dari stres, maka atur kembali kebiasaan hidup yang Anda jalani, agar tidak banyak menimbulkan resiko dan masalah.

 Kunci Sukses Mecegah Penyakit Jantung Koroner

Faktor keturunan merupakan faktor resiko yang tidak dapat dihindari, akan tetapi Anda dapat mengendalikan faktor resiko yang lainnya, agar tidak sampai terserang penyakit jantung koroner. Makanan yang Anda makan merupakan kunci utama untuk mengurangi resiko mengidap penyakit jantung koroner. Cara termudah menjaga kesehatan jantung yaitu dengan mengonsumsi biji-bijian, sayur dan buah-buahan serta makanan yang kaya akan antioksidan.

Adapun buncis, kacang-kacangan, alpukat, bawang putih, minyak zaitun dan produk kedelai juga dapat membantu menurunkan kolesterol. Kacang-kacangan seperti walnut, almond dan kemiri dapat meningkatkan kadar kolesterol baik, sehingga Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi kacang-kacangan jenis ini.

Mengkonsumsi ikan segar dan sea food lainnya beberapa kali dalam seminggu juga dapat menghindarkan Anda dari penumpukan kolesterol jahat yang berasal dari daging-dagingan. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi permen.

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang sangat mudah dicegah dan dapat disembuhkan. Dengan cara diet/ pola makan yang sehat, karena makanan yang Anda konsumsi berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung Anda. Nah, sebaiknya mulai sekarang Anda lebih bijak lagi dalam mengkombinasikan makanan yang akan di konsumsi sehari-hari, agar Anda tidak terjebak dalam penyakit yang satu ini.