6 Bahaya Penyakit Gondong (Gondongan)

Sponsored Links

6 Bahaya Penyakit Gondong (Gondongan)

Bagi beberapa orang, penyakit gondong atau gondongan adalah penyakit yang biasa seperti flu atau diare. Yang mana setelah diobati akan sembuh dengan sendirinya. Gondongan memang jarang terjadi jika dibandingkan dengan jumlah orang yang terkena campak atau cacar air. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus, masyarakat Indonesia banyak yang menyebutnya penyakit radang kelenjar gondok. Yang diserang adalah kelenjar air liur (kelenjar parotid). Kelenjar ini berada di daerah telinga.

Gondongan paling sering muncul ketika musim dingin dan musim semi. Penderita gondong 30% adalah anak laki-laki atau perempuan yang telah melewati masa pubertas. Nah, berarti gondong sebagian besar menyerang pada usia anak-anak. Gondong merupakan penyakit menular. Sekitar 85% yang terserang gondong adalah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi. Penyakit gondong memiliki penyakit lanjutan atau komplikasi, namun kebanyakan masyarakat tidak mengetahui.

Tidak sesederhana yang Anda bayangkan kan? Memang tidak semua penderita gondong terkena penyakit lanjutannya. Namun penyakit gondong dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Nah, berikut akan kami jelaskan penyakit apa saja yang biasanya menyertai gondongan. Simak selengkapnya!!

  1. Pankreatitis

Pankreatitis merupakan salah satu bahaya penyakit gondong yaitu terjadinya peradangan di pankreas. Biasanya yang dirasakan adalah nyeri perut bagian atas, mual dan sampai terjadi muntah. Virus mumps menyerang pankreas jika virus berhassil masuk dalam pencernaan. Memang sangat memungkinkan sekali virus ini dapat masuk ke pankreas, karena virus menyerang kelenjar air liur sehingga virus akan masuk bersamaan dengan makanan yang Anda makan.

Nah, berbahaya sekali kan jika Anda tidak segera mengobati gondong. Memang terlihat sepele namun pankreatitis akan menjadi rusak dan berakibat fatal.

  1. Orchitis

Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi di salah satu atau kedua testis. Gejala yang ditimbulkan berupa rasa nyeri pada testis. Namun orchitis tidak sampai menimbulkan kemandulan. Virus yang menyerang kelenjar parotid menyebar hingga pada saluran reproduksi, sehingga mengakibatkan peradangan.

Anda khususnya kaum pria yang tidak berhati-hati dan segera mengambil tindakan ketika mengalami gondong, maka beresiko untuk dapat terkena orchitis. Memang orchitis tidak menyebabkan kemandulan, namun apakah Anda mau mengalaminya?

  1. Ensefalitis

Ensefalitis merupakan salah satu jenis peradangan pada otak. Nah, gondongan jika tidak segera ditangani, virusnya akan berkembang hingga ke daerah otak. Ensefalitis dapat menimbulkan gangguan syaraf yang dapat mengancam jiwa. Meskipun dapat berakibat fatal, namun pada penderita gondong yang sampai menderita penyakit ini sangat jarang ditemukan. Walaupun penyakit ini sangat kecil kemungkinannya terjadi, akan tetapi jika Anda teledor atau sembrono maka masih kemungkinan lain penyakit-penyakit penyerta lainnya dapat menghampiri Anda.

  1. Meningitis

Anda pasti sudah sering mendengar penyakit meningitis. Meningitis merupakan infeksi dan peradangan dari membran pembungkus dan cairan yang mengelilingi otak dan spinal cord (syaraf tulang belakang). Meningitis dapat terjadi apabila virus mumps masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar ke susunan syaraf pusat. Nah, sangat berbahaya kan jika Anda telat dalam menangani gondong. Memang kasus meningitis akibat gondongan sangat jarang ditemukan, seperti halnya ensefalitis.

Meningitis Akibat Gondongan
Meningitis Akibat Gondongan
  1. Peradangan Pada Ovarium

Peradangan yang terjadi di ovarium hampir sama seperti orchitis, hanya saja kalau ovarium terjadi pada wanita. Mekanisme terjadinya radang ovarium yaitu ketika virus mumps menyebar dan memasuki daerah organ reproduksi wanita. Saat virus mencapai ovarium, kemudian virus menginfeksi sehingga terjadi peradangan. Namun, peradangan pada ovarium ini tidak sampai menyebabkan kemandulan. Kasus peradangan pada ovarium akibat dari gondongan memang sangat jarang terjadi. Tetapi lebih baiknya Anda tetap waspada dan segera mengobati gondong Anda agar tidak terjadi penyakit yang fatal.

  1. Penurunan Pendengaran

Virus gondong menyerang daerah di bawah telinga, jadi sangat memungkinkan jika virus tersebut selanjutnya menginfeksi bagian-bagian dari telinga sehingga menyebabkan penurunan pendengaran. Penurunan pendengaran yang disebabkan oleh gondong biasanya bersifat permanen. Walaupun ketika menderita gondong yang diserang hanya satu sisi, akan tetapi virus mumps dapat menginfeksi atau merusak kedua telinga.

Jika dilihat dari beberapa akibat gondongan, yang paling mudah dan mungkin terjadi adalah penurunan fungsi pendengaran. Dan ini adalah bahaya yang sangat mengerikan, karena seumur hidup Anda akan memiliki pendengaran yang kurang sempurna. Belum lagi ditambah dengan bertambahnya usia, maka Anda akan semakin mengalami gangguan pendengaran.

 Sekarang Anda sudah tahu kan, betapa bahaya penyakit gondong jika tidak segera mendapatkan pengobatan. Selain berbahaya untuk diri sendiri, gondong juga berbahaya bagi orang lain karena mereka berisiko untuk tertular. Untuk menghindari tertular virus gondong, maka anak Anda jangan sampai lupa untuk diberi imunisasi MMR. Karena tubuh yang telah mendapatkan imunisasi cenderung dapat melawan virus mumps yang masuk dalam tubuh.