5 Fungsi Utama Karbohidrat Bagi Kesehatan

Sponsored Links
Fungsi Utama karbohidrat
Fungsi Utama karbohidrat

Anda pasti sudah tahu apa itu karbohidrat. Ketika seseorang menyebutkan karbohidrat, kemungkinan besar langsung menyebutnya nasi. Iya, memang benar nasi adalah salah satu dari sumber karbohidrat. Namun sebenarnya masih banyak lagi sumber karbohidrat yang lain, yaitu makanan yang berasal dari padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan kering dan gula. Hasil olahan bahan-bahan tersebut seperti bihun, mie, roti, tepung, selai, sirup dan sebagainya.

Sebagian besar sayuran dan buah-buahan tidak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayur daun-daunan. Adapun makanan yang berasal dari makanan hewani, kandungan karbohidratnya sangat sedikit sekali. Bahan makanan pokok di Indonesia yang mengandung karbohidrat diantaranya adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas dan sagu.

Sebagian dari Anda juga banyak yang tahu, mengapa kita butuh mengkonsumsi karbohidrat. Jawabannya yaitu untuk sumber tenaga dan melangsungkan kehidupan. Nah, agar Anda tahu secara rinci, manfaat apa saja yang terkandung dalam karbohidrat untuk kesehatan tubuh kita, saya akan menjelaskannya secara rinci dalam artikel ini. Mari kita simak selengkapnya!!

Sebagai Sumber Energi

Sumber Energi
Sumber Energi

Sebenarnya fungsi utama karbohidrat yaitu sebagai penyedia energi dalam tubuh. Karbohidrat sebagai sumber energi yang paling utama dan sangat mudah didapatkan, karena banyak terdapat di alam dan harganya yang relatif murah. Sumber karbohidrat yang terdapat di Indonesia dan menjadi makanan pokok yaitu beras, jagung dan gandum. Memang banyak sumber karbohidrat lainnya, namun tidak biasa dijadikan makanan pokok seperti ubi jalar, ubi kayu dan roti.

Pada saat kita mengkonsumsi karbohidrat, maka karbohidrat yang kita makan sebagian langsung dimasukkan pada sirkulasi darah dalam bentuk glukosa dengan tujuan sebagai sumber energi. Sebagian ada yang disimpan dalam hati dan jaringan dengan bentuk glikogen yang mana sewaktu-waktu dapat diubah kembali menjadi energi. Sebagian yang lain lagi diubah menjadi lemak dan disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak.

Nah, jika seseorang mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan akan menjadi gemuk. Inilah alasannya mengapa seseorang ketika setelah makan harus diimbangi dengan aktivitas fisik, karena agar tidak terjadi penumpukan lemak dan kegemukan.

Pemberi Rasa Manis Pada Makanan

Sumber Rasa Manis
Sumber Rasa Manis

Sejak lahir, manusia menyukai rasa manis. Yaitu seperti ketika Anda mendapatkan ASI, ASI berasa manis walaupun hanya sedikit. Nah, salah satu ciri dari karbohidrat yaitu memiliki rasa yang manis. Ketika Anda mengkonsumsi segala sesuatu yang berasa manis, maka terdapat karbohidrat di dalamnya. Gula atau rasa manis berasal dari susunan karbohidrat.

Nah, inilah mengapa orang yang menderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi karbohidrat dengan kadar manis yang tinggi. Karbohidrat yang memiliki kadar manis tertinggi, ada pada nasi putih. Untuk lebih amannya, Anda yang menderita diabetes dapat mengganti nasi putih dengan nasi jagung karena nasi jagung memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah.

Segala makanan yang berasal dari tumbuhan akan memiliki kandungan karbohidrat jika rasa makanan tersebut manis. Anda dapat mendeteksi jumlah kandungan karbohidrat pada suatu makanan dengan tingkat kemanisannya. Semakin manis suatu makanan, maka kandungan karbohidratnya juga semakin tinggi. Bagi Anda yang menderita diabetes, sangat mudah mengenali makanan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi, yaitu makanan yang memiliki rasa manis yang tinggi.

Penghemat Protein

Energi yang digunakan oleh tubuh Anda berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Nah, jika karbohidrat dalam tubuh Anda sudah tidak tersedia lagi untuk memenuhi kebutuhan energi, maka protein akan diuraikan menjadi energi. Ketika protein menjadi bahan sasaran selanjutnya untuk dijadikan sebagai energi, maka protein juga tidak dapat menjalankan fungsi yang semestinya yaitu sebagai zat pembangun.

Protein akan membantu tubuh Anda membentuk sel-sel baru atau meregenerasi sel yang telah rusak. Dengan adanya protein tubuh, semua organ tubuh akan terjaga karena selalu sel-selnya akan selalu diperbarui. Karbohidrat yang dapat mencukupi kebutuhan tubuh Anda dapat melindungi jumlah protein yang ada.

Nah, lebih baik Anda mengkonsumsi karbohidrat sesuai dengan kebutuhan tubuh, agar protein dalam tubuh Anda tidak ikut terurai menjadi energi. Pada saat protein dalam tubuh Anda menjadi energi, berarti cadangan protein semakin menipis. Ketika protein menjadi sedikit atau habis, berikutnya yang akan terurai menjadi energi adalah lemak. Nah, inilah yang akan menjadikan Anda menjadi kurus, karena lemak akan berubah menjadi energi.

Pengatur Metabolisme Lemak

Manfaat karbohidrat yang selanjutnya yaitu sebagai pengatur metabolisme lemak dalam tubuh. Karbohidrat juga dapat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna. Nah, jika dalam satu hari tidak ada karbohidrat yang masuk dalam tubuh, makan akan terjadi ketidakseimbangan natrium dan terjadi dehidrasi. Selain itu pH cairan tubuh akan menurun. Ketika pH tubuh menurun selanjutnya dapat terjadi ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh. Dalam sehari dibutuhkan 50-100 gram karbohidrat untuk mencegah terjadinya ketosis.

Jadi, Anda yang sedang melakukan program diet, dalam satu hari Anda tidak boleh kalau tidak makan nasi sama sekali. Karena walau gimana pun tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat. Atur pola diet Anda, jangan sampai malah merugikan atau menyebabkan kerusakan pada organ tubuh Anda.

Membantu Pengeluaran Feses

Membantu Pengeluaran Feses
Membantu Pengeluaran Feses

Anda tahu, bentuk feses itu bagaimana? Nah, salah satu fungsi dari karbohidrat yaitu memberikan bentuk pada feses Anda. Selulosa dalam serat makanan bertugas mengatur peristaltik usus, sedangkan hemiselulose dan pektin bertugas menyerap air dalam usus besar. Nah, pada tahap inilah zat-zat yang terdapat dalam karbohidrat akan membentuk bentuk feses. Jika Anda mengkonsumsi makanan yang banyak seratnya, maka feses akan padat namun tetap lembek. Sebaliknya, jika Anda hanya mengkonsumsi makanan berlemak maka feses akan padat.

Apakah Anda tahu, zat apakah yang membuat Anda menjadi sering kentut? Jawabannya adalah karbohidrat, ketika Anda mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak maka A nda akan mudah kentut. Apalagi jika Anda mengkonsumsi ubi, pasti Anda akan mudah untuk kentut karena serat pada ubi akan membantu kelancaran proses pencernaan Anda.

Perlu Anda ketahui pula bahwa serat makanan dapat mencegah kegemukan, sembelit, ambeien, kanker usus, diabetes melitus dan jantung koroner. Nah, ketika Anda mengkonsumsi karbohidrat yang berasal dari makanan berserat tinggi seperti ubi, maka Anda akan terbantu dalam menjaga kesehatan tubuh. Secara tidak langsung, bisa dikatakan bahwa banyak konsumsi karbohidrat lebih baik daripada konsumsi lemak.

Sekarang Anda sudah tahu, gimana fungsi utama karbohidrat. Nah, Anda jangan khawatir kegemukan jika banyak mengkonsumsi karbohidrat, karena hanya sedikit sekali karbohidrat yang disimpan dalam bentuk lemak. Nah, sebaliknya jika Anda memang takut untuk gemuk, lebih baik jaga pola makan Anda, jangan sampai banyak mengkonsumsi makanan berlemak. Semakin bijaklah Anda salam mengkonsumsi makanan, agar tidak sampai merugikan tubuh Anda.