10 Faktor Penyebab Kencing Manis (Diabetes Melitus)

Sponsored Links

10 Faktor Penyebab Kencing Manis (Diabetes Melitus)

Saat ini, orang sudah tidak asing lagi dengan penyakit diabetes melitus atau masyarakat banyak menyebutnya dengan penyakit kencing manis. Penyakit ini menjadi momok bagi orang-orang yang tengah memasuki usia paruh baya (50 tahun). Karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan akan terus menyerang pada penderitanya. Bisa dikatakan pula bahwa penyakit kencing manis sebagai “Mother of Disease”, yaitu sebagai induknya penyakit-penyakit yang lain seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan kebutaan.

Nah, apakah Anda sudah pernah mengetahui penyebab penyakit kencing manis? Penyakit kencing manis merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein akibat kekurangan hormon insulin sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Sedangkan insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas dan bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal.

Dalam dunia medis telah meneliti bahwa terjadinya penyakit kencing manis disebakan dan dipicu oleh beberapa faktor. Jika Anda dapat mengendalikan beberapa faktor tersebut, maka Anda secara langsung dapat mencegah serangan penyakit kencing manis. Yuk, mari simak selengkapnya apa saja faktor penyebab Diabetes Melitus!

1. Memiliki Orang Tua Atau Saudara Dekat Yang Menderita Kencing Manis

Jika Anda memiliki salah satu atau kedua orang tua yang menderita penyakit kencing manis, berarti secara tidak langsung Anda juga berpotensi untuk menderita juga. Penyakit kencing terjadi karena ada kelainan gen, sehingga dapat menurun pada silsilah keluarga berikutnya.

Bagi Anda yang memiliki risiko ini sebaiknya lebih berhati-hati dan menjaga agar faktor risiko/ penyebab yang lainnya tidak mendukung untuk menumbuhkan bibit penyakit kencing manis yang Anda bawa. Semakin pandai Anda dalam mengatur pola hidup, maka semakin besar pula Anda terselamatkan dari penyakit kencing manis.

2. Usia Lebih Dari 40 Tahun

Semakin tua usia seseorang, maka berbagai penyakit juga rentan untuk bergabung di tubuh. Hal ini dapat terjadi karena fungsi-fungsi organ tubuh yang mengalami penurunan dalam bekerja. Sehingga tidak dapat bekerja secara optimal untuk kesehatan tubuh.

Jika kita menggambarkan, tubuh manusia itu seperti mesin yang terus bekerja yang mana suatu saat pasti juga ada penurunan fungsi kerja atau bahkan rusak. Namun, yang membedakan antara satu mesin dengan yang lainnya adalah jangka waktu datangnya kerusakan. Apabila kita dapat merawat tubuh kita sejak muda, maka penurunan fungsi-fungsi organ tubuh kita datangnya juga masih lama.

3. Pola Makan Yang Salah

Bagaimana dengan pola makan Anda hingga saat ini? Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh? Inilah salah satu tantangan bagi kita. Memang sulit jika kita membicarakan tentang pola makan, karena banyak hal yang berkaitan seperti kecenderungan kesukaan terhadap suatu makanan, pengaruh dari makanan adat setempat atau penghasilan yang didapatkan.

4. Gaya Hidup Yang Tidak Dapat Menghindari Stres

Ketika Anda mengalami stres, maka biasanya cenderung mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi. Karena kedua makanan tersebut memiliki sensasi kenikmatan tersendiri, sehingga saat Anda mengkonsumsi kedua makanan tersebut seakan-akan dapat sejenak menghilangkan stres. Padahal, makanan yang tinggi gula dan lemak berbahaya bagi Anda yang telah memilki risiko untuk terkena diabetes melitus. Apabila Anda mengalami stres yang berkepanjangan atau berulang-ulang, maka kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi gula dan tinggi lemak semakin sering. Hal ini dapat membuat ketidak seimbangan asupan makanan dan memperberat kinerja insulin dalam tubuh.

Tidak Dapat Menghindari Stress
Tidak Dapat Menghindari Stress

5. Berat Badan Melebihi Normal Atau Obesitas

Jika Anda memiliki berat badan berlebih, usahakan jangan sampai melebihi 120% dari berat badan ideal Anda. Karena tubuh Anda akan menyimpan karbohidrat dan lemak yang lebih banyak. Dengan demikian produksi insulin yang Anda miliki tidak sebanding dengan banyaknya zat makanan yang disimpan oleh tubuh.

6. Mempunyai Riwayat Melahirkan Bayi Dengan Bobot Lebih Dari 4000 gram

Bagi Anda yang pernah melahirkan bayi makrosomia (berat badan bayi melebihi 4000 gram) atau yang biasa disebut baby giant, berarti Anda memiliki salah satu risiko untuk terkena penyakit kencing manis.

Pada masa kehamilan, kelebihan gula dalam darah akan dipompakan ke janin melalui uterus. Hal ini menyebabkan bayi Anda memperoleh asupan makanan yang berlebih, sehingga dapat memicu terjadinya obesitas pada bayi.

Jika ditarik mundur ke belakang, penyebab baby giant adalah kadar gula darah pada ibu sangat berlebih. Nah, berarti sang ibu mengalami diabetes saat hamil atau biasa disebut diabetes gestasional.

7. Mengalami Diabetes Ketika Hamil

Diabetes bukan hanya ketika Anda dalam kondisi biasa, tapi dalam keadaan hamil pun akan muncul diabetes yang secara tidak permanen. Seperti yang telah kita jelaskan pada poin di atas, diabetes yang muncul pada saat kehamilan disebut dengan diabetes gestasional. Biasanya diabetes ini hanya muncul ketika ibu sedang hamil, namun setelah melahirkan kadar gula dalam darah akan kembali normal. Orang yang menderita diabetes gestasional walaupun setelah melahirkan memiliki kadar gula darah yang normal, akan tetapi sepanjang hidupnya memiliki risiko untuk menderita penyakit kencing manis yang permanen.

Nah, Anda yang pernah mengalami diabetes gestasional sebaiknya tetap menjaga pola makan dan kebiasaan hidup sehat agar risiko terkena penyakit kencing manis tidak berlanjut.

8. Kurangnya Berolah Raga

Iya, kita pasti sudah paham ya olah raga itu penting bagi kesehatan tubuh. Semakin seseorang paham dan menyayangi tubuhnya, mereka juga akan teratur dan hobi untuk berolah raga.

Bagaimana sih hubungannya olah raga dengan terjadinya penyakit kencing manis? Menurut beberapa studi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa berolah raga itu dapat meningkatkan sensitivitas insulin, dalam artian produksi insulin dapat stabil dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu, peneliti di Cina pernah menunjukkan bahwa orang yang berolah raga dapat mengurangi risiko berkembangnya diabetes hingga 46%. Nah, hail ini berarti kalau kita kurang berolah raga dapat meningkatkan resiko untuk mengidap penyakit kencing manis.

Sekarang, Anda sudah paham betapa pentingnya olah raga bagi tubuh kita. Jika Anda belum bisa memiliki kebiasaan berolah raga coba sedikit luangkan waktu Anda untuk dapat berolah raga secara rutin.

9. Memiliki Kebiasaan Merokok Dan Mengkonsumsi Alkohol

Bagi Anda kaum pria yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan memiliki kebiasaan merokok akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit kencing manis. Karena merokok dan mengkonsumsi alkohol dapat mengganggu proses metabolisme dalam tubuh, termasuk proses kerja insulin dalam menstabilkan kadar gula dalam darah.

Konsumsi Rokok Dan Alkohol Menyebabkan Diabetes
Konsumsi Rokok Dan Alkohol Menyebabkan Diabetes

10. Memiliki Riwayat Hipertensi

Hipertensi juga berpengaruh hebat terhadap terjadinya penyakit kencing manis. Sepertinya kedua penyakit ini seperti saudara karib yang selalu hadir bersamaan dalam tubuh seseorang. Jika Anda memiliki riwayat hipertensi, sebaiknya secara rutin untuk mengecek kadar gula dalam darah Anda, agar tidak terlanjur terjadi komplikasi.

Hipertensi Sebagai Faktor Resiko Diabetes Melitus
Hipertensi Sebagai Faktor Resiko Diabetes Melitus

 Nah, gimana? Apakah Anda memiliki beberapa faktor penyebab diabetes melitus seperti yang tersebut di atas? Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko tersebut, sebaiknya Anda lebih berhati-hati agar tidak memiliki faktor risiko yang lain, agar Anda tetap terjaga dari penyakit kencing manis.